Oleh Nuril Anwar Abdallah
Suatu negara akan menjadi negara yang makmur, aman dan sejahtera jika masyrakat di dalamnya baik laki-laki ataupun perempuan sama-sama berperilaku sesuai dengan norma dan nilai yang sudah menjadi komitmen bersama. Lebi-lebih seorang wanita. Sebab agama Islam mempunyai pandangan terhadap wanita dimana mereka merupakan salah satu komponen ter-penting dalam suatu negara, karena dalam dunia Islam wanita diibaratkan sebuah pilar yang menyanggah suatu negara. Maka sudah barang tentu manakala pilar (wanita) tersebut kokoh dalam artian mereka baik, maka kokohlah suatu negara. Dan sebaliknya jika pilar itu bobrok, maka bobroklah negara. Oleh sebab itu, wanita mendapatkan perhatian yang proporsional dari agama. Beda halnya ketika Islam belum datang, mereka (masyarakat jahiliyah) menganggap bahwa wanita adalah aib bagi keluarganya. Maka tidak jarang jika pada waktu itu banyak wanita yang hanya dijadikan tempat pelampiasan nafsu semata, objek penganiayaan serta menjadi barang rebutan. Bahkan al kisah salah seorang sahabat nabi yang juga pernah menjabat sebagai khaliafh serta mendapatkan jaminan masuk surga, Sayyidina Umar Ibnul Khattab pernah mengubur anak perempuannya hidup-hidup. Anda bisa membayangkannya sendiri betapa tidak-berharganya wanita pada jaman dahulu !
Terkait dengan hal di atas bahwa wanita merupakan pilar negara, maka sepatutnya dan memang menjadi keharusan bagi kaum wanita untuk menjaga dirinya baik lahir ataupun batin akan pebuatan-perbuatan yang tercela. Tentunya hal semacam itu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi saat sekarang ini wanita mendapat tantangan yang lebih berat dengan adanya gaya barat. Apalagi gaya tersebut tidak sesuai dengan kebudayaan-kebudayaan yang dibawa dan diajarkan oleh agama Islam kepada para kaum muslimin di berbagai belahan dunia.
Tantangan berat tersebut bermacam-macam, diantaranya -yang saya kira cukup dominan dalam merusak akhlak wanita- adalah penampilan/pakaian wanita. Coba kita lihat dan bandingkan manakah yang lebih banyak antara wanita yang betul-betul berpakaian ala Islamy dan yang berpakaian islam model barat? Memang tidak bisa dipungkiri bahwa warga Islam yang ada di negara-negara Islam sudah memakai pakaian Islamy, akan tetapi bukan pakaian yang benar-benar Islamy. Maksud dari pakaian yang tidak benar-benar islamy adalah secara luar mereka memang sudah mengenakan baju muslim, akan tetapi hal itu tidak bisa dibenarkan. Buktinya banyak muslimah yang sudah memakai baju muslim, tetapi masak ia pakaian muslim yang roknya sampai memperlihatkan pahanya (cekakan bhs maduranya Red) atau baju yang memperlihatkan buah dadanya dan ada yang lebih mengenaskan lagi, memang betul pakaian mereka tidak sampai memperlihatkan paha dan buah dadanya, akan tetapi menampakkan lekukan-lekukan tubuhnya. Hal ini sangat ironis sekali. Kalau wanita sudah seperti ini, bisakah kaum wanita membawa negara Islam, khususnya negara Indonesia ke pintu kebahagiaann dunia lebih-lebih kehidupan akhirat? Ya jelas-jelas tidak bisa. Mungkin cita-cita untuk menjadikan negara yang aman, sejahtera dan sentosa hanya menjadi sebatas mimpi belaka dan tidak mungkin bisa terwujud ke dalam dunia nyata.
Oleh sebab itu, marilah kita bangkit bersama dengan saling mengingatkan satu sama lain agar kehidupan yang kita dambakan bersama menjadi kenyataan, tidak hanya lamunan. Utamanya bagi kaum wanita, sebab mereka memiliki peran yang cukup menentukan kemana arah negara kita ke depan, majukah atau sebaliknya? Maka satu-satunya jalan adalah dengan berakhlak yang baik dan berbudi pekerti yang luhur. Insya Allah negara kita akan menjadi seperti yang kita dambakan bersama.
*Kolumnis asal CraNanC City
0 komentar:
Poskan Komentar